Rumah Sejuk Tanpa AC

interior oleh Craig Toron/stock.xchng

Sirkulasi udara di rumah dapat dimaksimalkan sehingga penggunaan air conditioner alias AC bisa diminimalkan. Dengan demikian, biaya listrik bisa dihemat.

Arsitek punya istilah “desain penyejukan pasif” yang artinya, tanpa bantuan alat apa pun, udara di dalam ruangan tetap sejuk. Prinsipnya tak rumit: menjaga panas di luar ruangan, meningkatkan sirkulasi udara, dan meminimalkan panas yang diserap bangunan. Prinsip itu melibatkan atap, dinding, jendela, dan lantai.

Untuk daerah tropis, bentuk atap yang disarankan memiliki kemiringan dengan sudut yang besar sehingga tercipta ruang di bawah plafon. “Bahan yang cocok untuk atap adalah tanah liat, seperti genting,” kata Rahma Yulianti, seorang arsitek yang bekerja di salah satu media massa arsitektur di Indonesia. Menurut Rahma, kemampuan bahan tanah liat mengantarkan panas rendah dibandingkan asbes, seng, atau beton.

Dari segi warna, Rahma menganjurkan penggunaan warna yang baik dalam memantulkan sinar matahari. “Semakin gelap, semakin baik dalam menyerap panas,” kata wanita penggemar travelling ini. “Jadi sebaiknya, gunakan warna terang,” tambahnya.

Elemen lain yang mendukung penyejukan ruangan dalam rumah adalah jendela dan ventilasi. Jendela utama, menurut Rahma, ditempatkan setelah mengetahui arah angin. “Arah angin secara umum dapat diketahui dengan menggantung pita di pekarangan dan lihat arahnya,” jelasnya. Diakui Rahma, sulit mengatur ini karena arah rumah dan bentuk bangunan yang belum tentu didesain sendiri. “Tapi kalau bisa, jendela utama jangan menghadap barat karena dapat menyebabkan ruangan sangat panas di sore hari,” tegasnya.

This Post Has 10 Comments

  1. riah says:

    bangus sekali pas untuk tipe 36

  2. Valentina larosa says:

    Jika membeli rumah kita harus jeli dan mempersiapkan dengan cukup dan mempertimbangkan biaya-biaya yang timbul. Terutama sekali pajak penjualan & pembelian, sebenarnya pajak penjualan ditanggung oleh penjual & pajak pembelian oleh pembeli tetapi kadang-kadang penjual ingin terima bersih & semua beban pajak diberikan ke pembeli, jadi untuk ini kita jika dalam posisi pembeli harus hati-hati dan benar-benar dibicarakan dengan penjual pada saat negosiasi di awal.
    Juga cicilan bank serta system bank menerapkan pola pembayaran, anuitas atau flat.

  3. Adriansyah says:

    Saya rasa memanfaatkan arah angin dan menghadap ketimur adalah suatu preferensi mutlak. Rumah saya menghadap timur untuk menangkap sinar matahari pagi. Saya memanfaatkan arah angin darat dan angin laut, plafond tinggi, bahan yang memantulkan panas dan pohon2an untuk menjaga suhu lingkungan tak terlalu panas dan memaksimalkan sirkulasi udara dengan membuat banyak bukaan pada ruangan.

  4. nuraini says:

    wah aenak ya punya rmh sprti itu

  5. toni says:

    Gimana dong, kalau rumahnya sudah menghadap ke Barat, sudah pasti panas dong.
    Ada tipsnya ?

    • Alex Pangestu says:

      Pasang krei yang bisa menutupi jendela di sore hari. Sederhananya gitu :) Coba kalau ada yang ahli, bantu jawab.

  6. Acer says:

    Kalau warna terang, orang yg di luar akan kepanasan,, sama saja…
    Tapi aku ini bukan org arsitek, ya mana tahu… -_-”

  7. bermanfaat banget infonya. apalagi akhir2 ini cuaca terasa jauh lebih panas dari sebelumnya. otomatis kita membutuhkan ruang yg sejuk terutama secara alami seperti ini. terima kasih sdh berbagi tipsnya.

  8. AC alami lebih baik,, walopun kadang kita netap di dareah pegunungan sejuk seperti ubud, bandung, bukit tinggi, kadang tetep aja merasakan udara yang panas .
    hhhmm,,, apa lagi kalau dijakarta yah :D
    hehehehe,,

  9. Sulis Tiyan says:

    Ajip bener. Pantes rumah2 di kampung itu lebih sejuk.
    he he h

Leave A Reply