Video Jakarta Tempo Dulu


Sumber: Arsip Nasional

Video yang diunggah di YouTube ini menampilkan beberapa daerah di Jakarta pada tahun 1910 sampai 1915. Video Jakarta tempo dulu tersebut dibuka dengan pemandangan Groote Boom, di daerah Sunda Kelapa dekat dengan Menara Syahbandar. Video kemudian menampilkan suasana di Kali Besar dilanjutkan dengan suasana Glodok, Pasar Baru, Harmoni, dan daerah-daerah lain.

Jakarta tempo dulu–masih disebut Batavia, nama Jakarta baru resmi digunakan pada 1942–memiliki sarana transportasi massal yang beroperasi di tengah kota, yakni trem yang masih ditenagai oleh lokomotif kecil. Di dalam video berdurasi 7 menit 22 detik tersebut tampak  trem berjalan bersisian dengan delman, sepeda, dan pejalan kaki.

Jumlah penduduk pada rentang waktu itu sekitar 130.000 hingga 200.000 jiwa. Bandingkan dengan jumlah penduduk sekarang yang mencapai 9,5 juta jiwa berdasarkan sensus 2010.

30 comments on “Video Jakarta Tempo Dulu

  1. Buat komentar mas mudiawan w, minta tolong kasih masukan atau komentar yang membangun dong, kalau bisa beri solusinya jangan nulis yang seperti itu. saya mau tanya NGW apaan ya?..
    Inikan cuplikan vidio jaman dahulu, menurut saya kita bisa ambil hikmah dari vidio ini yaitu bangunan yang bersejarah perlu dilestarikan, kalau lihat masyarakatnya ya pasti jaman sekarang sama jaman dulu beda seiiring perkembangan teknologi dan SDM, sebetulnya bukan vidio ini saja kalau kita nonton film warkop DKI aja udh beda banget landscape jakarta, mari kita jaga warisan ini untuk generasi yang mendatang.

    1. lain kali gak usah dikomentari tulisan kayak si murdiawan. pura2 gak liat aja. Kalo dikomentari enak di dia. oke ?

  2. makanya

    Jumlah penduduk pada rentang waktu itu sekitar 130.000 hingga 200.000 jiwa. Bandingkan dengan jumlah penduduk sekarang yang mencapai 9,5 juta jiwa berdasarkan sensus 2010.

    jadi rakyat indonesia jangan HOBI buat/bikin anak
    tapi ngurusnya kaga bisa

    Inget kejayaan bangsa ini terdapat dari tanggung jawab”
    ingat masa lalu untuk kita membangun masa depan !!!!

  3. seandainya sekarang itu tetep terjaga kayak dahulu kala mngkin bakalan beda dan indah…….
    menurut saya jakarta udah terlalu hancur dengan kepadatan penduduknya serta kendaraan yang meraja lela..maklum di jakarta orang kaya semua ………
    turuss tindak krimina dan pengrusakan jga banyak…..
    sekarang mental ank2 semaja dan perguruan tinggi mental kekerasan ……
    dikit2 anarki dikit2 tauran……
    coba bandingkan yah sama yang dulu…
    cuma bisa comentar gak bisa kasih saran hohohoh
    makasih….

  4. sebenernya yg merusak kota jakarta itu kita semua, coba berani enggak kita mengakui kesalahan kita sendiri, contoh kecil, kl kita jalan2 gak mau jalan kaki maunya pake kendaraan, trus kita suka hidup praktis contohnya makanan, sekarang banyak pembungkus makanan yg dari plastik, steorofom dan membuang sampah sembarangan, pake listrik juga seenaknya, sebenernya yg merusak jakarta itu karna kita selalu menginginkan hidup yg praktis, mau apa aja semua tersedia dan gampang mencarinya..

  5. emang maonye jakarte aman dan nyaman,,,,,tapi sayang,,,semuanye hanye mimpi belake,,,,karna semue orang yang ade jakarte pade ngeburu materi,,,dan materi terus,,,,mane ade yang mao mempedulikan seni dan budaye,,,,,,yang akan tenggelem di makan me waktu

    hanye ade satu kate dari ane,,,,semoge bangse ini mempunyai pemimpin yang ga selalu orientasinye materi,,,dan yahuut dalan pengembangan dan pembaharuan invirontmental bangse ini,,,,,,,Amien

    maju dan bangkit Indonesia ku

  6. Untung sya hdup d zaman sekarang…
    klo sya hdup d zaman dlu mgkin sya akan bete berat…
    krn semua yg sya lihat cuma hitam putih…ga enak bgt…monoton…
    hahaahaha… ^___^v

  7. lah wajar jakarta padet,.. 80% duit beredar dijakarta,.. wajar bnyk org migrasi ke jakarta.. mangkanya pemerataan dong, walau udah otonom tetep juga duit beredar bnyak disana.. hayooo salah sapa??

  8. Alhamdulillah, bersyukur kita, ada bule yang peduli dengan mendokumentasikan kota jakarta seratus tahun yang lau.

    Kota lain Bandung, Semarang, Yogya, Solo, Surabaya, Banda Aceh dll. ada nggak yaaa?

  9. harusnya sebagai rakyat indonesia terutama rakyat jakarta kita harus introspeksi diri benar kata sri w.hartanti.jika ingin jakarta berubah mulailah dari diri sendiri mendisiplinkan dan melakukan hal yang positif.membangun jakarta bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah tetapi tugas dan tanggung jawab kita sebagai warga indonesia terutama jakarta juga.
    seperti tidak membuang sampah sembarangan walau itu hanya bungkus pemen.tidak meludah sembarangan dan lain2.

  10. Dengan hanya nonton video tadi lalu “kangen” masa lalu? Belum tahu anda, bagaimana jiwa raga kita terbelenggu saat itu seperti yang dialami oleh ortu kita. Contoh kecil: Mau masuk sekolah di MULO (SMP sekarang)? Jangan mimpi, jika bukan turunan ningrat atau bangsawan.Sudah masuk juga, walau otak “ada” dengan suatu cara tertentu, lalu ketahuan? Keluar dan tiada maaf. Sekarang pintu sekolah apapun terbuka bagi semua, bisa gratis atau bahkan dibayar (beasiswa). Yang sangat penting, kita “ada otak” dan kemauan. Silahkan coba. Jangan hanya menjadi pengagum, usahakanlah jadi yang dikagumi.

  11. kemana perginya pohon2 itu, alangkah damainya…..bisakah gubernur yg baru nanti bisa menyelesaikan permasalahan jakarta…

  12. Dulu memang indah, tenang, sejuk, sekarang kan sudah berkembang dengan segala dinamikanya, banyak lokasi yang waktu saya kecil masih terlihat, seperti lapangan Banteng dengan tugu ditengahnya, patung di jembatan Harmoni, hotel Des Indes, nostalgia. Penduduk Jakarta dari dulu sudah beraneka ragam asal, apalagi sekarang dimana pendatang membawa adat dan kebiasaan di tanah asalnya, saling ber polusi kebiasaan menjadi kombinasi kebiasaan yang buruk. Jangan disesalkan karena anda salah satu kontributornya……

  13. Emang penduduk indo terlalu banyak, kalo baru nikah selalu ditanya anaknya berapa…ga ada obrolan lain, pretasi kek, apa kek…cuma anak, anak dan anak, mending kalo terurus..kapan KB digiatkan lagi?

  14. -pengen hidup di jaman 1910 tapi dgn teknologi 2012 hehehe
    -jakarta lebih bagus di tata sama orang bule dari pada sama orang indonesia. Pejabat indonesia lebih seneng bangun mall dari pada ngatur tata kota. Mending Indonesia gabung aja jadi negara bagian Jerman :) (sekolah bisa gratis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *